Hobi Futsal dan Bulutangkis Malah jadi Atlet Basket
Songo (SMA Negeri 9
Surabaya) harusnya berbangga memiliki seorang murid seperti I Komang
Septian. Lantaran cowok kelahiran Surabaya, 18 September
1994 inilah yang ikut mengusung gelar Honda Development Basketball
League (DBL) 2012 East Java Series ke sekolah di kawasan Kompleks
tersebut.
Melihat
kemampuan anak ketiga dari pasangan I Made Sudana dan Ida
Suharlisiana ini, ternyata Komang mulai bermain basket sejak kelas 1
SMP. Awalnya, ia mengaku lebih menyukai olahraga lain. “Sebenarnya, hobi
saya itu futsal dan bulutangkis. Karena dulu di sekolah gak ada futsal, makanya
saya ikut basket,” terang pemilik tinggi 173 cm ini. Dari situlah kemudian
alumnnus SMPN 4 Surabayaini bergabung dengan klub Peacock.
Komang dikenal sebagai shooting
guard handal di tim basket SMAN 9 Surabaya. Prestasinya di bidang
basket tidak diragukan lagi. Tahun 2008 lalu mengantarkan
timnya meraih juara 2 Kejurda KU 92, Juara 3 KU 93, Juara 3 KU
94. Dia selalu menjadi inspirator kebangkitan tim Songo, dan dia juga yang
saat final melengkapi poin penentuan Songo untuk melangkah menjadi juara dengan
mengumpulkan 23 poin dari 62 poin yang diperoleh Songo.
Meski begitu, prestasi
di bidang akademik juga tak perlu diragukan. Siswa kelas XI IPS 1 ini selalu menduduki
10 besar di kelas. Pengagum pemain NBA seperti Youbel Sondakh
dan Derrick Rose inimempunyai cara khusus untuk membagi waktu
antara belajar dan latihan basket. “Selama pertandingan di DBL ini sama sekali
tidak mengganggu proses belajar untuk ujian, habis pulang latihan basket
biasanya langsung belajar,” ujar cowok yang memperoleh penghargaan MVP
saat final tahun ini.
Sukses selama
pertandingan babak utama hingga final tak lepas dari latihan
sehari-hari Komang bersama klub Peacock. Biasanya mereka latihan 1 minggu 4
kali, yakni hari Senin, Selasa, Rabu dan Jumat jam 7-9 malam. Klub Peacock ini
terdiri atas tim basket SMAN 9, SMAN 5, SMAN 7 dan SMA Stella Marris.
Jika kebanyakan pemain
basket mempunyai alasan khusus memilih nomor di jersey -nya. Lain halnya
dengan Komang, “Itu nomor kakakku dulu waktu ikut basket. Dulu aku bingung mau
nomor berapa, akhirnya ikut-ikut kakakku aja,” kata cowok yang mempunyai
moto ‘Berusaha terus lebih baik’ ini. Motivator Komang untuk bisa
mencapai final kali ini karena mamanya.
Komentar
Posting Komentar