Cerpen Penyesalan Tiada Arti
Angin malam berhembus kencang, bintang-bintang kecil bertaburan dan rembulan yang indah menghiasi malam sebuah desa kecil di pinggir kota Semarang kali ini. Namun pemandangan tersebut berbeda jauh dengan hati Didit yang sedang padam bagai tersiram air yang deras. Didit adalah seorang pria pengangguran yang usianya hampir berkepala empat. Anaknya dan istrinya pergi meninggalkan Didit. Mereka tidak tahan dengan kondisi ekonomi keluarganya. Sedangkan orang tua Didit tinggal berpisah dengannya. Didit termenung, pandangannya kosong. Yang di pikirannya hanya satu bagaimana ia bisa mendapatkan uang banyak setiap hari dan tidur pulas di rumah bersama Lastri istrinya dan Roni anaknya, ia tak berani pulang ke rumah dengan tangan hampa. Sebab jika pulang ia hanya mendapatkan cacian dan omelan dari sang istri. Bahkan sampai-sampai ia pernah di suruh tidur di luar rumah jika tidak membawa uang sepeser pun. Sebenarnya Didit tak tahan lagi dengan perlakuan Lastri. Satu jam berlalu, D...
marilah kita berbagi sahabat
BalasHapus